Ujian Kecakapan Amatir Radio

Bulan Maret 2013 kebetulan ada Ujian Kecakapan Amatir Radio di Babat, Lamongan. Dan entah kenapa kok saya ditunjuk jadi salah satu penguji mata ujian kode morse. Ini pengalaman saya yang pertama jadi penguji di event Ujian Kecakapan Amatir Radio. Tapi kalo sebagai pengawas sih udah pernah dua kali di Purwokerto dulu. Tulisan kali ini saya sampaikan dengan harapan Anda akan mengerti bahwa kode morse bukan mata ujian terpenting.

Seperti yang dipersyaratkan di Permen 33/2009 ada beberapa mata ujian yang dilaksanakan sesuai tingkatan peserta ujian. Diantaranya adalah Pancasila, Radio Regulation, Bahasa Inggris, Teknik Radio dan kode Morse. Sedangkan tata cara penilaiannya adalah dengan menghitung dalam skala 1 s/d 100. Nilai maksimal adalah 100. Sayang saya ngga inget syarat minimal lulus itu di angka berapa. Mungkin 60 atau 70 ya.

Kode Morse ternyata hanya diberi bobot total 10 angka. Yaitu 5 angka utk betul semua mengirim kode Morse dan 5 angka untuk betul semua menerima kode Morse. Maka soal-soal teori sisanya adalah berbobot 90 poin. Maka, jika anda mampu menguasai teori, anda akan mendapat nilai 90. Itu sudah membuat anda lulus tanpa menghitung lagi nilai ujian kode Morse anda.

Jadi jika di dunia nyata anda bertemu dengan YB yang tidak bisa kode morse, beliau masih berhak untuk menyandang prefiks YB. Karena siapa tau beliau memang lulus dengan nilai 90 di soal-soal teori.

Jadi kalopun anda kesulitan dalam mempelajari kode Morse, pastikan saja anda mempelajari soal-soal teorinya supaya bisa lulus murni. Soal-soal seperti frekuensi resonansi osilator, hukum Ohm, pasal-pasal di Permen 33/2009 selalu akan keluar. Misalnya berapa nilai resistor total jika ada rangkaian paralel, seri atau kombinasi keduanya. Atau pertanyaan mengenai berapa arus yang mengalir pada sebuah resistor dengan nilai tertentu pada tegangan kerja tertentu. Masih lebih sulit menghapal kode Morse memang.

Sebagai seorang yang maniac terhadap kode Morse, secara pribadi saya setuju jika mata ujian kode Morse dihilangkan. Biarkan kode Morse sekedar menjadi cabang kegiatan Radio Amatir seperti cabang lain semisal ARDF, homebrew, digimode, iwak-iwak dan arisan lokal.

Jadi, fokuskan untuk mempelajari soal-soal teori supaya bisa mudah lulus ujian kecakapan Amatir Radio.

8 thoughts on “Ujian Kecakapan Amatir Radio

    • Whoaaa…. ceritanya kok setali tiga uang dengan event di jogja… ra payu alias pelengkap penderita… ada ya syukur nggak ada juga nggak ngaruh… ha ha ha…. jadi inget… begitu hasil UN thn 2012 nggak menggembirakan terus UN thn 2013 begitu “menggembirakan”… sampai2 banyak yg rata2 ponten 9 nggak diterima… lha wong biji sakmono “njeprah”… ha ha ha solusi ala negeriku tercinta… Indonesia gitu lho…

      • tulisan diangkat dari rasa keprihatinan kalo jadi penegak trus gak bisa morse lalu jadi sasaran tembak gan. padahal keadaan sekarang memungkinkan hal itu terjadi. engga salah lho penegak engga bisa morse. jhahaha

  1. Betul Morseman…. soalnya ada yang lebih mumpuni yaitu orang yang paham bahasa waterfall… siapalagi kalo bukan RTTYman…. ha ha ha…

    • nggak usahlah naik tingkat….
      susah jadi penegak; ya itu tadi jadi sasaran tembak,
      Seorang penegak harus bisa menjadi tuntunan bukan jadi tontonan.
      jhhahaha…….

  2. wah kok ya ada saja yang kritik tingkat frefix di orari ya yo wes bene yb olehe tuku gak usah di coment…….salam cak pai …de yb3uuq …da dit da

    • udah jamak kok cak. sering jadi sasaran tembak. makanya saya pilih YE dalam rangka kalo ada yang ngetest bisa jadi alasan YE kan di bawahnya YD. hehehe. makasih sudah mampir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s