Ikut FCC Exam – Pengalaman Sekali Seumur Hidup

CSCEAlhamdulillah diberi kesempatan umur panjang ikut ujian FCC di Bandung tgl 3 Nov 2013 di jl Situ Aksan 35. Exit dari tol Pasir Koja ngga bisa kedip deh liat buwanyak cewek cantik-cantik sepanjang jalan. Putih-putih dan hidung mancung. Hiihhhhhhhhh gemes dah. Sayangnya saya udah engga bisa lagi ngikut FCC Exam karena udah langsung dapat surat keterangan lulus level tertinggi (Extra Class) dalam ujian sehari itu. Masih mendingan Mi Amigos YB2ECG dan YD0NGA yang lulus di level intermediate (General class) yang memungkinkan ikut ujian FCC Exam sekali lagi utk upgrade ke Extra. Jadi bisa liat cewek Bandung lagi yang hiiiiiiiihhhhhh …. gemes deh. Mungkin kalo saya daftar jadi Volunteer Examiner (VE) jadi bisa ke Bandung lagi ya.

Ketemu dengan para senior yang rruaarr biasa yang nama-namanya kondang di jagad raya Radio Amatir. Ternyata seru juga dan meriah karena saling lempar banyolan yang ditendang sana-sini. Efeknya langsung terasa yaitu gigi kering dan pipi yang njarem karena ketawa tiada henti sejak ketemunya The Three Musketeers di Jakarta, lanjut ke Bandung sampe akhirnya pulang ke kota masing-masing. Pokoknya mantep lah ketemuan dgn seluruh hadirin FCC Exam kemarin.

AA-NGATerkesan juga pertama ketemuan dengan seorang perwira menengah militer peserta ujian FCC yang berasal dari timurnya Jakarta. Sengaja saya engga berani nyebut nama beliau karena khawatir beliau keberatan. Orangnya ternyata haluuss banget cara bicaranya. Sopaaaaan gitu. Yang paling mengesankan adalah pekerjaan beliau yang ternyata adalah seorang sopir. Tapi bukan sopir biasa karena beliau adalah sopir pesawat Kepresidenan RI yang bertugas sejak Ibu Megawati sampai dengan hari ini masih bertugas di korps VVIP. Beliau janji mo ngirimin saya peta FIR dalam CD. Asyik banget kan?

Terima kasih banget utk The VE Team (W7NZ, AB2QV dan KC8PPD) yang membuat impian pengin punya US call jadi terlaksana. Saya udah lama banget pengin punya US call sejak 2002. Baru kesampaian 11 tahun kemudian. Alhamdulillah. Sekaligus saya sampaikan terima kasih tak terhingga kepada OM Steve Busono W2FB yang menyediakan alamat rumah beliau di New Jersey utk kami-kami para peserta. Pastilah karena kecintaan dan nasionalisme beliau kepada Indonesia yang membuatnya rela dan mau dibikin repot temen-temen yang tertarik punya US call sign. Juga terima kasih kepada teman-teman semua yang membuat acara ini jadi sangat tak terlupakan.

Hasil FCC Exam kemarin adalah 2 peserta bisa lulus level Extra (penegak) yaitu saya dan YB3MM. Lalu lulus level General (penggalang) yaitu Mi Amigos YDØNGA, YB2ECG dan YB2LSR (dari Solo). Lalu 4 peserta lulus Technician (siaga) dan 2 peserta yang tidak lulus.

Jadi sekarang tinggal nunggu nama-nama kami yang lulus muncul di web site FCC ULS untuk cari tau dapat call sign apa. Mungkin sebulan lagi ya karena di US habis ada Government Shutdown jadi prosesnya mungkin agak lama karena menumpuknya berkas di ULS. Kalo boleh nebak-nebak sih nanti yang Tech dan General dapat call sign 2×3 dgn kemungkinan prefix KE2 atau KI2 karena ternyata KF tidak dialokasi (dipakai oleh FEMA). Demikian juga yang KG dan KH alokasinya utk US Overseas Teritory. Sedangkan alokasi utk yang Extra dapatnya call sign 2×2 yang mungkin dapat prefixnya AC2. Bantuin sering-sering nengok ya di FCC ULS. Search pake “rivai” pasti akan keluar alokasinya kalo sudah masuk database FCC.

NGA-ECGSatu hal menarik lain adalah ongkos ujian 15$ terbilang unik. Karena setiap kenaikan tingkat sudah engga bayar lagi sampe Extra. Tapi begitu gagal ujian dan akan mengulang, barulah bayar lagi 15$. Bukan cuma itu, rupanya duit 15$ sudah termasuk Ijin Amatir Radio yang jatah call sign dari sistem komputer FCC adalah gratis sampai kita wafat asalkan kita engga minta vanity call sign (call sign beli). Meskipun masih ada kewajiban re-registrasi tiap 10 tahun yang juga gratis. Andaikan si pemilik US call itu tidak menjadi anggota ARRL, maka dia tidak pernah membayar iuran IARU kan. Itu artinya bahwa tidak menjadi anggota IARU sama sekali tidak mengurangi hak-haknya di kancah internasional.

Pictures are collection of YB2ECG. Except The CSCE, that’s mine. Sori pakdhe, fotonya YDØNGA muncul dua kali. Soalnya saya udah dikasih solder hot-air Gordak 850. Jadi biar dia seneng muncul dua kali di blog ini.

5 thoughts on “Ikut FCC Exam – Pengalaman Sekali Seumur Hidup

  1. jhahaha….. mantap mas bro.
    Saat paling menyenangkan ngakak terus jadi kemeng nih….
    Mosok oleh-oleh dari Swiss made in CHina, mending aku dong… The Original Swiss Army Knife…Tahu betul NGA!

    • la nek aku kan sekedar memanfaatkan barang-barang mubadzir nya dia. kali ini solder hot-air. mungkin lain kali control rotator karena sepertinya engga pernah dipake muterin Hidaka. jhahaha

  2. Speechless deh… hahahaha…. aku cuma bersyukur Jakarta-Bandung PP lancar goncar… apa karena bertiga? apa karena pake Suzuki? Hahahaha… arep komentar pas dititik-titik sepanjang “jalan kenangan” gak wani, mbok kedaden maneh… fiuuh… hahahahaha…. Be prepare guys for the next level (except for AA, congratulation for the new “friend”… our suggestion : “accepted it” coz it’s your destiny…. hahahahahaha)

    • aku juga bersyukur dapat teman-teman baru. sampai hari ini udah 5 friend request hehehe. ayo dikomentari lagi foto-fotonya pakdhe ben nambah gayenx.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s