JT65 Digimode – Give It A Try

Salah satu persyaratan naik tingkat di Indonesia adalah wajib membuktikan diri sebagai seorang DX’er. Hal ini dibuktikan dengan menyerahkan bukti QSL cards dalam dan luar negeri. Masih ditambah dengan piagam kegiatan dengan jumlah tertentu. Persyaratan ini dikeluarkan oleh orari pusat (bukan pemerintah). Untungnya beberapa orari daerah mengijinkan penggunaan LOTW sebagai pengganti QSL cards fisik. Tentu hal ini menghemat banyak sekali rupiah yang diperlukan dalam usaha mendapat bukti QSO itu. Dan tulisan saya berikut tidak berlaku untuk orari daerah yang tidak setuju untuk menggunakan LOTW. Tapi semoga bermanfaat kalo cokonco berminat di mode digital, khususnya JT65.

Dengan adanya kendala umum berupa ketidakmampuan cokonco dalam berbahasa inggris dan ketuk-ketuk mode CW di atas 20wpm tentu akan menyulitkan dalam mengumpulkan QSO sebanyak-banyaknya. Maka satu-satunya jalan pintas termudah untuk mengumpulkan QSO adalah dengan menggunakan mode digital. Karena cokonco cuma tinggal ceklak-ceklik mouse aja tanpa repot mbengok-mbengok atau ngetuk-ngetuk CW keyer. Bahkan dolanan digimode bisa disambi ndengerin musik dari music box cokonco.

Dari banyak mode digital yang digunakan, mode RTTY adalah yang paling sering digunakan. Dari sekian banyak kontes digimode, sebagian besar adalah RTTY. Tapi kendalanya adalah cokonco memerlukan power besar supaya bisa didengar lawan QSO. Sedangkan digimode paling efisien adalah PSK31 (Phase Shift Keying 31hz). Dengan lebar bandwidth hanya 31 hertz cukup dengan power kecil untuk keliling dunia. Tapi entah kenapa, decoder kedua mode itu selalu tidak bisa bersih dari karakter sampah. Bagi yang tidak terbiasa dan bagi amatir radio tua (seperti saya), kemunculan karakter sampah itu acap kali membingungkan dan sering mengakibatkan decoding rate menjadi rendah. Naaaahhh, di sinilah kehadiran JT65 menjadi solusi. Karena digimode JT65 hadir dengan fitur kekebalan terhadap noise, membutuhkan power kecil (cukup 5 watt) dan decoding rate yang tinggi yang membuat JT65 ini berhasil menarik perhatian saya yang sebenernya ngga demen mainan digimode.

Ada tiga kunci sukses mainan JT65 ini supaya lancar jaya. Yaitu:
1. computer clock wajib sinkron dgn jam atom
2. mode radio di USB
3. sound card yang berkualitas
Asal 3 faktor ini cokonco penuhi, mestinya tidak ada kendala dalam menggunakan digimode JT65. Saya sendiri menggunakan CPU S478 + XP + SiS7012 + WSJT-X udah bisa kemana-mana. Radio cukup 5-20w dgn antenna Inverted V kalo maghrib WIB denger USA gede-gede banget di 20m.

Tapi ada juga sisi kelemahan digimode JT65 yaitu:
1. hanya mampu mengirim 13 karakter saja dalam sekali transmit.
2. radio akan transmit dalam full duty cycle mode selama 48 detik (makanya wajib 10w aja biar ngga jebol finalnya).
3. saking lamanya komunikasi JT65 sering bikin kita jadi lupa merespon panggilan yang masuk. CQ bisa mblandang tanpa henti hehehe

Software yang umum tersedia di internet dan gratis adalah:
1. WSJT-X (versi 1.1 , 1.2 dan 1.3)
2. JT65 HB9HQX (ini yang paling enteng)
3. JT65A

Nah selanjutnya tinggal cokonco upload log QSO JT65 ke LOTW dan tinggal tunggu konfirmasinya. Lalu lampirkan utk syarat kenaikan tingkat anda.

6 thoughts on “JT65 Digimode – Give It A Try

  1. Apa QSL card itu proof of evidence ya kalau kita bisa berkomunikasi? Kalau tiba2 dapet kiriman QSL tanpa QSO asal tahu sama tahu gimana tuh?

  2. Protess…. di wa gak diberitau link obrolan ini. Tapi marem moco, bahasane gaul n mudah dipahami (wong bhs indonesia si… hiks)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s